
Kekuatan yang Bekerja dalam Diam
Di tengah cerita tentang sakit dan pemulihan putriku, ada peran-peran yang sering luput dari perhatian. Padahal, tanpa mereka, perjalanan ini tidak mungkin kami lewati. Saat aku mendampingi Bella menjalani pengobatan, ada kehidupan lain yang tetap harus berjalan—di rumah, di sekolah, di keseharian yang menuntut keteguhan tanpa banyak suara.
Suamiku memilih untuk tetap menjadi penopang yang stabil. Ia mengurus banyak hal yang tidak terlihat: memastikan rumah tetap berfungsi, memastikan kebutuhan terpenuhi, dan memastikan satu anak tetap bisa melanjutkan hidupnya dengan sebaik mungkin.Tidak ada keluhan yang diucapkan, tidak ada drama yang ditunjukkan. Hanya komitmen untuk hadir, dengan cara yang mungkin tidak selalu disorot, tetapi sangat menentukan.
Owen, yang saat itu masih sangat muda, juga ikut belajar tentang kehilangan dan pengorbanan. Ia harus beradaptasi dengan keadaan yang tidak ia pilih—tetap bersekolah, tetap menjalani hari-harinya, sambil menanggung jarak dan kerinduan. Ia belajar menjadi kuat lebih cepat dari usianya, dan tanpa kami sadari, ia pun sedang dibentuk oleh keadaan.
Sebagai seorang ibu, aku menyadari bahwa keluarga tidak hanya dibangun oleh mereka yang berada di garis depan. Keluarga bertahan karena ada orang-orang yang memilih setia di belakang layar.Perjalanan ini bukan hanya tentang kesembuhan seorang anak, tetapi tentang bagaimana setiap anggota keluarga mengambil perannya—dengan cara yang sunyi, namun penuh kasih.
Tuhan bekerja bukan hanya melalui mukjizat yang terlihat, tetapi juga melalui kesetiaan orang-orang yang memilih bertahan dalam diam.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”
– Lukas 16 : 10a
