2017

“Sebab Engkau, ya Allah, telah menguji kami…
kami telah menempuh api dan air,
tetapi Engkau telah membawa kami keluar ke tempat yang lapang.”
— Mazmur 66:10,12

Iman Yang Teguh Melindungi Hati Yang Rapuh


Sepuluh tahun lalu, pada tahun 2015, hidup keluarga kami berhenti sejenak.
Putri kami, Bella—yang saat itu masih berusia belasan tahun—didiagnosis kanker dan harus menjalani pengobatan intensif di Singapura. Kami bukan keluarga dengan banyak sumber daya. Kami hanya orang tua biasa dari kalangan menengah, yang tiba-tiba harus memahami istilah medis yang asing, hari-hari panjang di rumah sakit, dan satu hal yang kami pegang erat: doa.


Pada masa itu, keluarga kami terpisah secara fisik. Saya mendampingi Bella selama pengobatan, sementara suami saya tetap bekerja dan menemani putra kami, Owen, yang melanjutkan sekolah di Bali. Kami belajar bahwa melawan kanker bukan hanya tentang pasien, tetapi tentang seluruh keluarga—tentang pengorbanan yang tak selalu terlihat, keputusan-keputusan sunyi, dan iman yang terus diuji di tengah ketidakpastian.


Waktu berjalan. Pengobatan selesai.
Kami kembali ke Indonesia dengan satu harapan sederhana: semoga Bella bisa hidup normal kembali. Tahun demi tahun berlalu tanpa relapse.

Bella bertumbuh, pulih, dan perlahan mengejar kembali mimpinya. Ia melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat di bidang biologi, menyelesaikan studi sarjananya, dan pada tahun 2025—sepuluh tahun setelah masa tersulit itu—Bella sedang melangkah ke jenjang doktoral (S3). Sebuah perjalanan yang dulu bahkan sulit kami bayangkan.

Mengapa Bella & Owen’s Home Ada


Bella & Owen’s Home lahir dari perjalanan panjang tersebut.
Bukan sebagai tempat membuka luka lama, melainkan ruang untuk merawat makna. Tentang perjalanan seorang ibu, keteguhan sebuah keluarga, iman yang bekerja dalam proses, serta pentingnya harapan, kesehatan, dan kesetiaan pada langkah-langkah kecil yang dijalani dengan sabar.

Faith: Iman yang Menopang Hari-Hari Biasa

Perjalanan kami mengajarkan bahwa mukjizat sering hadir melalui proses yang panjang, bukan hanya lewat satu momen dramatis. Di rumah ini, kami belajar memandang hari-hari biasa—menyiapkan sarapan, menemani belajar, berjalan kaki bersama—sebagai ruang kecil di mana Tuhan terus bekerja. Iman kami mungkin tidak selalu kuat, tapi kami memilih untuk terus kembali, satu hari pada satu waktu.

Wholefood: Merawat Tubuh dalam Syukur

Pengalaman sakit membuat kami lebih peka pada apa yang masuk ke dalam tubuh kami. Kami belajar menghargai makanan rumahan, bahan-bahan yang utuh, dan cara memasak yang sederhana namun penuh perhatian. Bagi kami, wholefood bukan sekadar tren sehat, tetapi bentuk syukur atas tubuh yang diberi kesempatan kedua untuk hidup dan bertumbuh.

Lifelong Learning: Belajar yang Tidak Pernah Usai

Dari ruang rawat inap hingga dapur dan meja belajar di rumah, kami menemukan bahwa belajar bisa terjadi di mana saja. Anak-anak kami mungkin memiliki jalur akademik masing-masing, tetapi sebagai keluarga, kami sama-sama terus belajar: tentang iman, kesehatan, emosi, dan cara mengasihi dengan lebih baik. Bella & Owen’s Home adalah catatan kecil dari perjalanan belajar seumur hidup itu.


Ini adalah rumah bagi cerita yang telah melalui waktu—dan tetap berdiri. Kami percaya bahwa setiap perjalanan hidup, seberat apa pun, dapat melahirkan tempat yang hangat: sebuah rumah yang berakar pada iman, dirawat dengan makanan yang baik, dan terus bertumbuh lewat belajar sepanjang hayat.

 Jika perjalanan kami berbicara sesuatu kepada hatimu, kamu bisa melanjutkan membaca di [Blog] atau melihat catatan sederhana kami di [Recipes / Wholefood].

Lanjut Membaca >>>

  • 7 Langkah Kecil Beralih ke Whole Food Tanpa Terasa Berat

    Beralih ke whole food sering terdengar besar dan melelahkan, seolah-olah kita harus langsung mengubah semua isi dapur. Di rumah kami, perjalanan ini justru dimulai dari langkah-langkah kecil yang terasa mungkin di tengah aktivitas dan masa pemulihan. Pelan-pelan, tanpa kejar target, hanya ingin memberi tubuh makanan yang lebih lembut dan utuh. Mulai dari Satu Waktu Makan…


  • Gluten Free Berbasis Wholefood: Bagaimana Pola Makan Ini Bisa Membantu Pemulihan Tubuh

    Mengapa Kami Mulai Melirik Gluten Free Saat Masa Pemulihan Setelah melewati masa sakit yang cukup berat, kami mulai memperhatikan bahwa apa yang kami makan berpengaruh besar pada energi, pencernaan, dan suasana hati kami. Di tengah proses itu, kami bertemu dengan banyak cerita tentang orang yang merasa lebih ringan dan tidak mudah lelah setelah mencoba pola…


  • Whole Food 101: Panduan Dasar untuk Kamu yang Sedang Memulihkan Kesehatan

    Perjalanan pemulihan setelah sakit berat tidak hanya soal obat dan kontrol ke dokter, tapi juga soal bagaimana kita merawat tubuh lewat makanan sehari‑hari. Di titik ini, banyak orang mulai mencari cara makan yang lebih “alami” dan lembut untuk tubuh. Salah satu pendekatan yang sering muncul adalah whole food. Artikel ini adalah panduan dasar untuk mengenal whole…


  • Oat Beta-glukan

    Oat Beta-glukan

    Oat adalah makanan padat nutrisi yang bermanfaat jika dikonsumsi secara tepat sebagai bagian dari pola makan sehat. Oat sangat sehat karena kaya serat (terutama beta-glukan), protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk jantung, pencernaan, gula darah, berat badan, hingga kesehatan kulit, membuatnya menjadi pilihan sarapan bergizi dan mengenyangkan.  Beta-glukan dalam oat adalah jenis serat larut yang membentuk…


  • Grains: Kembali ke Makanan yang Menguatkan, Bukan Menyulitkan

    “Hidup sehat seharusnya membuat kita merasa lebih kuat, bukan lebih tertekan.” Banyak orang memulai hidup sehat dengan perasaan penuh semangat, lalu perlahan merasa lelah, terbebani, bahkan takut pada makanan. Setiap piring terasa seperti ujian. Setiap pilihan terasa seperti kesalahan yang harus dihindari. Padahal, jika hidup sehat membuat hati kita tegang dan tubuh kita lemah, mungkin…


Scroll to Top